Wednesday, 13 May 2009

10 Jenis Makanan Anti Kolesterol

Untuk mengendalikan kolesterol agar tidak tinggi sebenarnya bisa dengan metode terapi nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan antikolesterol yang cukup banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat.

Mengonsumsi makanan nabati bisa meningkatkan asupan protein nabati yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih.

Ingin tahu makanan apa saja yang bersifat antikolesterol? Simak tips di bawah ini yang diambil dari berbagai sumber.

  1. Jamur.
    Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak jahat (LDL), dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan kacang almond.
  2. Kwaci Tawar.
    Selama ini kuaci kita sepelekan, padahal berlimpah zat tembaga. Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik HDL. Seringlah makan kwaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga matahari.
  3. Jeruk Nipis.
    Di antara beragam jenis jeruk, jeruk nipis atau jeruk lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produkdi LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang merah dan bawang bombai serta delima.
  4. Apel.
    Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber betaglukan (beta glucan). Di dalam tubuh, betaglukan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri dan sayuran polong-polongan lain pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo), serta beras merah
  5. Ikan Tuna.
    Termasuk sumber asam lemak omega-3 yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol jahat LDL.
  6. Jambu Biji Lokal Merah.
    Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji lokal merah kaya likopen. Likopen ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.
  7. Alpukat.
    Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kadar kolesterol darah.
  8. Tempe.
    Makanan rakyat ini berlimpah senyawa fitokimiawi isoflavon yang bersifat antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai.
  9. Kacang Tanah
    Kacang kulit, yakni kacang tanah berkulit yang dipanggang dalam oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa 'mengunci' radikal bebas agar tidak merusak kolesterol jahat LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung.
  10. Mangga.
    Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dan lain-lain), kedondong, pepaya, rambutan, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol jahat LDL teroksidasi, sehingga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.

Jagung Manis, Boleh untuk Diabetes!


Begitu enaknya saat menyantap jagung manis bakar atau rebus di tengah malam yang dingin. Selalu saja memberikan kehangatan yang luar biasa bagi penikmatnya.

Tetapi sadar atau tidak, ternyata rasa manis yang terdapat dalam jagung manis bukan merupakan glukosa atau sukrosa (gula tebu) yang jika banyak dikonsumsi memicu diabetes bagi penikmatnya.

Fruktosa, sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah yang menjadikan orang dengan diabetes-pun diperbolehkan mengkonsumsinya.


Kenapa........? Karena si fruktosa ini merupakan gula kompleks yang tidak langsung dicerna oleh alat pencernaan manusia, tetapi harus diolah terlebih dahulu menjadi gula sederhana. Sebelum fruktosa tercerna, biasanya sudah terbuang melalui bersama urin, sehingga tidak terserap tubuh.

Tidak hanya itu, jagung manis ternyata mempunyai nilai nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan jagung biasa.

Tabel Kandungan Zat gizi Jagung dan jagung manis
Kandungan Zat Gizi (Tiap 100 gr bahan)
No Zat Gizi Jagung Biasa Jagung manis
1. Energi (cal) 129 96.0
2. Protein (gr) 4,1 3,5
3. Lemak (gr) 1.3 1.0
4. Karbohidrat (gr) 30.3 22.8
5. Kalsium (mg) 5.0 3.0
6. Fosfor (mg) 108.0 111
7. Besi (mg) 1.1 0.7
8. Vitamin A (SI) 117.0 400
9. Vitamin B (mg) 0.18 0.15
10. Vitamin C (mg) 9.0 12.0
11. Air (gr) 63.5 72.7

Sumber :republika.co.id

DELAPAN KIAT MENGHINDARI KEGEMUKAN

http://lesson-11-health.blogspot.com

Masalah kegemukan selalu dikaitkan pada keturunan. Padahal, kegemukan lebih sering diakibatkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat dan kurang berolahraga. Delapan kiat sederhana berikut mudah-mudahan berguna untuk mengatasinya.
Menurut F.G. Winarno, ilmuwan senior dari IPB, menjaga beratbadan yang sehat seharusnya sudah dimulai sejak bayi lahir. Bayi harus dijaga agar tidak terlalu gemuk.


Bayi dan anak-anak yang pertumbuhannya lebih dipercayakan kepada pembantu biasanya mengalami pertumbuhan terlalu cepat, salah satu di antaranya adalah terlalu gemuk. Tragisnya, banyak ibu yang justru merasa bahagia melihat anaknya endut sekali. Padahal, anak-anak yang terlalu gemuk akan memiliki sel lemak yang berlipat ganda sejak bayi. Jumlah sel lemak tersebut akan dipertahankan sampai tua. Bila kelak dewasa dan makan terlalu banyak, sel-sel tersebut mudah mengembang. Badan mudah menjadi gemuk dan kelak dapat berkembang menjadi obesitas.

Problem Nasional

Di Amerika Serikat (AS), penanggulangan dan pengobatan terhadap gejala obesitas ternyata sangat sulit dilakukan. Kadar kegagalannya sekitar 90-95 persen. Padahal, hasil penelitian yang dilakukan National Obesity Forum menunjukkan bahwa berdasarkan penelitian psikologi, anak-anak yang kegemukan memiliki kecenderungan angka lebih rendah terhadap kebahagiaan, kepuasan, dan kepercayaan diri dibandingkan dengan anak yang sehat dan langsing.

Tak seperti di Indonesia yang belum menjadi masalah nasional, para aktivis kesehatan di AS
mengampanyekan agar segera dilakukan tindakan nyata untuk mengatasi peningkatan kasus obesitas atau kegemukan. Apalagi setelah muncul laporan bahwa kondisi kegemukan di dunia telah mencapai tingkat yang membahayakan.

Dalam data National Obesity Forum disebutkan bahwa kegemukan saat ini menyumbangkan hingga 30.000 kematian per tahun, demikian pemberitaan situs internet Gloria Cyber Ministries. Ian Campbell, ketua National Obesity Forum, mengatakan, "Kegemukan adalah salah satu masalah besar dan banyak dokter yang enggan untuk menyisihkan waktu dan energi mereka untuk mengendalikan angka kegemukan ini."

Kata Campbell, ada banyak alasan untuk masalah ini. Misalnya, banyak dokter yang belum menerima atau mengerti bahwa kegemukan termasuk juga salah satu penyakit serius. Kasus kegemukan juga menjadi masalah besar terutama pada anak-anak di negara yang ekonominya sudah maju atau berkembang. Di Singapura misalnya, 13 persen anak-anak usia sekolah (6-12 tahun) mengalami kegemukan atau obesitas. Keadaan yang sama terjadi di Malaysia, Hong Kong, dan juga dialami masyarakat Indonesia di daerah perkotaan yang makmur.

Jika langkah-langkah nyata untuk mengatasi kegemukan itu tak dilakukan, diperkirakan satu dari lima pria dan sekitar seperempat dari seluruh wanita yang ada dapat mengalami kegemukan dalam tiga tahun mendatang. Prof. Philip James, Ketua The International Obesity TaskForce, mengatakan hal paling penting adalah mengatasi kegemukan di usia anak-anak dengan segera.
Memicu Osteoporosis
David Ludwig dari rumah sakit anak-anak di Boston, seperti dikutip Reuters, menemukan bahwa 57 persen anak-anak mengonsumsi minuman ringan di hampir setiap hidangan. Dampaknya, mereka menjadi kekurangan kalsium.

Suatu penelitian yang diterbitkan pada Februari 2001 misalnya, menemukan anak-anak perempuan yang meminum banyak soda akan kekurangan kalsium. Dampaknya, mereka akan mengalami osteoporosis di masa tua. Untuk menghindarkan diri dari kecenderungan menjadi gemuk perlu diingat bahwa lemak di piring kita sebagian besar akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh dapat menjadi cepat gemuk.

Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan:

1. Jangan yang digoreng
Masaklah mi dalam air, jangan digoreng. Begitu juga dengan nasi. Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.

2. Kunyah perlahan
Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.

3. Ambil sedikit
Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.

4. Tinggalkan meja setelah selesai
Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan
mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.

5. Hindari kadar gula dan lemak tinggi
Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

6. Konsumsi banyak buah
Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

7. Waspadai minuman bersoda
Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan.
Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan. "Kami menemukan selalu ada minuman ringan di setiap hidangan tambahan, dan risiko kegemukan meningkat kira-kira 50 persen," kata Ludwig.

8. Kurangi menonton televisi
"Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi,"ungkap Ludwig. Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan telenovela, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk. Dari 4.771 wanita yang diteliti di Singapura, mereka yang menonton televisi tiga sampai empat jam sehari berpeluang dua kali lipat menjadi gemuk dibanding kelompok yang jarang menonton televisi.

Kalsium dan Vitamin D Belum Cukup Atasi Osteoporosis


Fitraya Ramadhanny - detikNews

(sumber: sccot.org.co)

Jakarta - Tiada menit tanpa iklan susu berkalsium dan vitamin D untuk mengatasi osteoporosis di televisi kita. Jangan lupa, penyakit keropos tulang ini tidak cukup diatasi dengan kalsium dan vitamin D. "Kalsium dan Vitamin D bisa menjadi usaha yang baik. Tapi kalau sudah ada gejala osteoporosis itu sudah tidak cukup lagi," ujar pakar osteoporosis dari University of Zurich, Ralph Schimmer, dalam diskusi di Hotel Shangri-La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (28/7/2007). Hal ini dibenarkan Kepala Divisi Manajemen Medis Roche Stephanus Kairupan. Selain Kalsium harus dibantu Vitamin D, pada usia tua dua unsur ini sudah tidak bisa mengejar regenerasi tulang lagi. "Pada usia tua, tulang hancur dalam 21 hari, namun pembentukannya butuh 160 hari. Kalsium dan Vitamin D sudah tidak bisa mengejar," kata Stephanus. Gejala awal osteoporosis atau osteoponi, adalah saat nilai massa tulang atau T-score turun di tingkat -1 sampai -2,5. Saat itu, penderita harus sudah mulai menjalani terapi, apalagi jika T-score turun lebih dari -2,5 atau masuk osteoporosis. Untungnya dunia medis sudah memiliki obat baru dari golongan Ibandronate. Ibandronate adalah jenis obat osteoporosis (bisphosphonate) yang dinilai paling efektif dan memudahkan pasien. Kalsium dan Vitamin D diibaratkan semen pelapis tembok, dan Ibandronate memperkuat batu bata tembok tersebut. "Obat jenis bisphosphonate harus diminum dalam kondisi perut kosong, biasanya setelah bangun tidur dan pasien harus tegak minimal 30 menit. Ini sangat merepotkan. Ibandronate yang dikonsumsi bulanan akan sangat memudahkan," kata Manajer Medis Roche Wicak Prasetiadi. (fay/nrl)

Vitamin C Gagal Lawan Pilek


Arfi Bambani Amri - detikNews.com

London - Penelitian terbaru mengungkapkan, suplemen vitamin C terbukti tak efektif mencegah pilek. Suplemen vitamin C hanya efektif untuk orang-orang yang berada pada tekanan tinggi seperti tentara dan atlet. Tentara dan atlet terlihat 50 persen lebih sedikit terkena pilek jika memakan suplemen vitamin C setiap hari. Namun untuk orang biasa, kegunaan suplemen sangat kecil, seperti disimpulkan dari 30 penelitian terhadap 11 ribu orang. "Tidak masuk akal untuk memakan vitamin 365 hari setahun untuk mengurangi kemungkinan terkena pilek," ujar Profesor Harri Hemila dari Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Helsinki, Finlandia, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/7/2007). Hasil penelitian ini diluncurkan Cochrane Collaboration, sebuah organisasi internasional bermarkas di Oxford, Inggris. Organisasi ini khusus melakukan riset mengevaluasi obat-obatan. Para peneliti yang berasal dari Inggris dan Finlandia ini menggabungkan berbagai penelitian yang berjalan beberapa dekade untuk melihat efek suplemen vitamin C minimal 200 miligram per hari. Rekomendasinya adalah, suplemen vitamin C cukup hanya 60 miligram sehari, kurang dari vitamin C yang dikandung segelas jus jeruk. Selain itu, vitamin C memang menyehatkan namun tidak terlalu efektif melawan pilek. (aba/nrl)

Timbunan Lemak, Sarang Penyakit


www.kompas.com

JANGAN bangga apabila tubuh Anda tambun. Percayalah, gendut bukan menjadi tanda kalau kita makmur. Bahkan jika mengalami obesitas atau kegemukan, Anda harus ekstrawaspada. Soalnya, kegemukan bisa memunculkan beragam penyakit.

Kabar teranyar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) bilang, kini obesitar malah sudah menjadi epidemik global di seluruh dunia.

Jumlah pemilik tubuh berukuran jumbo di banyak belahan negara terus meningkat dari tahun ke tahun. Tak hanya di negaranegara maju, tapi juga di negara-negara berkembang yang tingkat kesejahteraan masyarakatn-ya belum tinggi, seperti Indonesia.

Dunia kedokteran mendefinisikan obesitas sebagai kelebihan berat badan disebabkan karena penimbunan lemak dalam tubuh. Dalam jangka waktu yang lama, penimbunan lemak bisa menjadi sarang penyakit.

Bahkan "Lemak yang berlebihan akan memudahkan seseorang terserang penyakit tiga hingga empat kali dibandingkan orang normal," ungkap Haryati, dokter dan ahli gizi dari Rumah Sakit Mediros, Jakarta.

Penyakit yang mengincar penderita obesitas adalah jantung lemah, hipertensi, diabetes melitus, penyempitan pembuluh darah, kolesterol, asma, hingga penyakit radang persendian atau osteoartritis.

Penyakit-penyakit tersebut timbul karena metabolisme tubuh yang tak berjalan normal. "Penumpukan Lemak mengganggu metabolisme tubuh," tambah Haryati. Lantaran organ tubuh tak berfungsi sebagaimana mestinya, banyak penyakit kemudian bersarang dalam tubuh.

Meski tubuh butuh lemak dalam jumlah tertentu, sejatinya lemak merupakan zat acing yang mestinya dibuang dari tubuh. Celakanya, lemak yang tak terbuang menjadi racun karena mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi inilah yang juga bisa menyebabkan penyakit kanker dan tumor. Ngeri, kan?

Menyebabkan kelainan jiwa
Bahkan, obesitas pada anak-anak dan remaja juga bisa memicu timbulnya kelainan sosial dan kejiwaan. Gems Ginanjar Wahyu, dokter dari Klinik Aqma Purwakarta, Jawa Barat bilang, kegemukan yang terjadi pada anak-anak dan remaja rentan menyebabkan anak menjadi minder dan asing dalam lingkungannya.

Anak-anak ini akan merasa kurang percaya diri dalam bergaul. Akibatnya, si anak akan menjadi terasing dan tak punya teman. Celakanya, jika proses berlanjut dan menjadikan anak menutup dirinya akan membahayakan kejiwaan mereka. Bila tidak segera mendapatkan perhatian, penderita obesitas seperti ini akan segera mengalami depresi.

Jika tingkat depresinya ringan masih bisa ditangani. "Namun, bila depresi itu sudah masuk ke tingkat lebih tinggi bisa memicu bunuh diri," kata Genis. Kecenderungan negatif itu didorong oleh tingkat kepercayaan dirinya yang kurang dan kesulitan dalam pergaulan.

Kendati demikian, kegemukan sejatinya masih bisa ditanggulangi. Caranya sebenarnya sederhana,yakni mengatur pola makan yang sehat, diet, serta meningkatkan aktivitas.

Meski sederhana, jangan coba-coba melakukan sendiri. Anda paling tidak harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Ini penting untuk menentukan diet dan aktivitas fisik yang sesuai dan aman bagi penderita obesitas.

"Diet yang terlalu ketat justru bisa menimbulkan kekurangan nutrisi," terang Genis. Mengusir lemak juga butuh kesabaran tinggi. "Tak mungkin berat badan bisa berkurang dalam waktu singkat," ajar Genis.


Adi Wikanto

Pola Makan Seimbang Berat Badan Pun Berkurang




JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan bentuk yang ideal. Namun, gaya hidup yang saat ini sedang dipeluk banyak orang kota membuat berat badan menjadi tak terkontrol. Obesitas (kegemukan) menjadi hal biasa. Ini semua akibat kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang.

Demikian disampaikan dokter gizi medik, dr Fiastuti Witjaksono, dalam lokakarya bertema "Pola Makan Gizi Seimbang untuk Atasi Kekurangan dan Kelebihan Berat Badan" di Jakarta, Rabu (6/5).

Jadi, pada dasarnya ada tiga aspek penting yang pantas diperhatikan untuk bisa memiliki tubuh yang sehat dan ideal, yaitu konsumsi makanan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan gizi seimbang, tentu permasalahan kelebihan dan kekurangan berat badan dapat makin berkurang sehingga kita bisa menikmati hidup sehat lebih lama.