Fitraya Ramadhanny - detikNews
(sumber: sccot.org.co)
Jakarta - Tiada menit tanpa iklan susu berkalsium dan vitamin D untuk mengatasi osteoporosis di televisi kita. Jangan lupa, penyakit keropos tulang ini tidak cukup diatasi dengan kalsium dan vitamin D. "Kalsium dan Vitamin D bisa menjadi usaha yang baik. Tapi kalau sudah ada gejala osteoporosis itu sudah tidak cukup lagi," ujar pakar osteoporosis dari University of Zurich, Ralph Schimmer, dalam diskusi di Hotel Shangri-La, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (28/7/2007). Hal ini dibenarkan Kepala Divisi Manajemen Medis Roche Stephanus Kairupan. Selain Kalsium harus dibantu Vitamin D, pada usia tua dua unsur ini sudah tidak bisa mengejar regenerasi tulang lagi. "Pada usia tua, tulang hancur dalam 21 hari, namun pembentukannya butuh 160 hari. Kalsium dan Vitamin D sudah tidak bisa mengejar," kata Stephanus. Gejala awal osteoporosis atau osteoponi, adalah saat nilai massa tulang atau T-score turun di tingkat -1 sampai -2,5. Saat itu, penderita harus sudah mulai menjalani terapi, apalagi jika T-score turun lebih dari -2,5 atau masuk osteoporosis. Untungnya dunia medis sudah memiliki obat baru dari golongan Ibandronate. Ibandronate adalah jenis obat osteoporosis (bisphosphonate) yang dinilai paling efektif dan memudahkan pasien. Kalsium dan Vitamin D diibaratkan semen pelapis tembok, dan Ibandronate memperkuat batu bata tembok tersebut. "Obat jenis bisphosphonate harus diminum dalam kondisi perut kosong, biasanya setelah bangun tidur dan pasien harus tegak minimal 30 menit. Ini sangat merepotkan. Ibandronate yang dikonsumsi bulanan akan sangat memudahkan," kata Manajer Medis Roche Wicak Prasetiadi.
(fay/nrl)
No comments:
Post a Comment